Info Aktual

Uploaded:


IJTI Kembali Cetak Assessor Jurnalis Televisi



Mahasiswa Universitas Esa Unggul tengah mengikuti Uji Kompetensi Dasar (UKD), di kampus Esa Unggul, Jakarta, Sabtu,(3 /8/19)



(Jakarta) Sepuluh calon assessor Uji Kompetensi Jurnalis Televisi (UKJTV), akhir pekan ini, mengikuti pendampingan di Universitas Esa Unggul, Jakarta, Sabtu-Minggu (3-4/9/19). Pendampingan menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi sebelum dinyatakan resmi menjadi assessor UKJTV. Calon assessor akan mengikuti tiga kali pendampingan, setelah mengikuti Training of Trainer (ToT). "Berbeda dengan pendampingan saat uji profesi jurnalis, jika uji untuk mahasiswa penguji juga harus memposisikan dirinya sebagai dosen pembimbing," kata Arni Gusmiarni, calon assessor, yang sudah dua kali ikut pendampingan. "Kalau uji untuk mahasiswa, fungsi penguji memberikan gambaran dan arahan kepada peserta agar ketika masuk ke dunia industri mereka paham & siap, " katanya menambahkan.

 

Sementara itu, calon assessor lain, Muslihin mengatakan, perlu ada penyesuaian kurikulum dengan mata uji yang diujikan. "Standar yang diberikan kurang pas untuk mahasiswa," katanya. Menurutnya, tidak seragamnya assessor dalam memberikan dan menyampaikan materi, membuat mahasiswa saling bertanya terkait perbedaan tersebut.

 

Kepala Lembaga UKJTV Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Rachmat Hidayat mengatakan, perbedaan penyampaian materi karena tiap assessor memiliki gaya berbeda satu dengan lainnya. "Tapi untuk materi sama, tugas-tugas juga sama," katanya. Terkait standar yang diberikan kurang pas untuk mahasiswa, menurutnya, karena mata uji yang diujikan adalah jurnalistik televisi.

 

Materi jurnalistik televisi hanya berbobot dua sampai tiga Satuan Kredit Semester (SKS), dan bobot tersebut berbeda di tiap perguruan tinggi. "Nama mata kuliahnya Produksi Siaran Televisi, dan materi jurnalistik televisi bagian dari mata kuliah tersebut," kata Rachmat. Tapi ada juga perguruan tinggi yang memang khusus memberikan mata kuliah jurnalistik televisi. "Perbedaan itu yang kami coba sesuaikan dengan mata uji, kita akan terus sempurnakan, " katanya menambahkan.

 

Dengan keikutsertaan sepuluh calon assessor itu, akan menambah jumlah assessor untuk jurnalis televisi. Saat ini Lembaga UKJTV IJTI memiliki 16 assessor. "Kita akan terus mencetak assessor baru, sebagai upaya peningkatan kompetensi jurnalis televisi," kata Yadi Hendriana, Ketua Umum IJTI. (rch)