Info Aktual

Uploaded:


UJI KOMPETENSI UNTUK MEMBEDAKAN JURNALIS TV DAN AKTIVIS SOSIAL MEDIA



Jakarta. Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Kamis (27/9) kembali menggelar Uji Kompetensi Jurnalis Televisi (UKJTV) bagi jurnalis Trans7. Kegiatan tersebut merupakan yang ketiga kali diadakan di stasiun televisi, yang beralamat di jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan. UKJTV diikuti 21 jurnalis televisi Trans7, yang merupakan tim produksi dari sejumlah program bulletin dan magazine. Mereka mengajukan permohonan untuk uji kompetensi jenjang Jurnalis TV Utama dan Jurnalis TV Madya.

 

Pemimpin Redaksi Trans7, Titin Rosmasari, dalam sambutannya mengatakan, uji kompetensi merupakan kewajiban yang harus dipenuhi Jurnalis TV. “Ini bukan penugasan, tapi kewajiban yang harus teman-teman dahulukan,” katanya. Menurutnya, UKJTV untuk mengukur kompetensi yang bertujuan menjaga profesi seorang Jurnalis TV. “Kalau kita sudah kompeten dan memiliki kartu UKJ, ini yang membedakan kita dengan orang yang kerap mengaku wartawan ” tambahnya.

 

Sementara, Ketua Umum IJTI, Yadi Hendriana, mengatakan sertifikasi bagi Jurnalis TV sangat penting, ditengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, yang membuat televisi kini harus bersaing dengan media sosial seperti YouTube, Instagram dan Facebook. “Siapa saja bisa membuat konten dan menyebarluaskan atau mengunggah ke sosial media, tanpa harus klarifikasi terlebih dahulu,” katanya.

 

Menurut Yadi, berbeda dengan Jurnalis TV, yang sebelum menayangkan hasil liputan, harus memenuhi kaidah, prinsip, dan etika. “Laporan dan informasi yang disampaikan ke pemirsa, harus mengandung fakta yang akurat, kebenaran yang bisa dipertanggungjawabkan, dan harus ada proses verifikasi awal meski sederhana.” katanya. Dengan mengikuti uji kompetensi, seorang Jurnalis TV bisa menjaga nama baik profesi yang digelutinya, “Yang tidak kalah pentingnya, untuk melindungi kepentingan publik dan hak pribadi masyarakat,” jelasnya.

 

Uji kompetensi untuk Jurnalis TV Trans 7 berlangsung selama dua hari(27-28/9). Para peserta akan mengerjakan mata uji, pra produksi, produksi, dan pasca produksi berita televisi. “Semua mata uji merupakan bagian dari rutihitas yang sehari hari dijalani seorang Jurnalis TV ” kata Rachmat Hidayat, Kepala Lembaga UKJ IJTI.