Info Aktual

Uploaded:


Dubes RI Sambut Baik Pelatihan Bersama Jurnalis Indonesia dan Timor Leste



DILI. Duta Besar RI untuk Timor Leste Sahat Sitorus menyambut baik pelaksanaan joint training journalism yang diselenggarakan IJTI di Dili,  Timor Leste,  26-29 Oktober.  Hal tersebut diungkapkan Dubes Sahat saat menjamu IJTI dan Jurnalis Timor Leste di Kediaman dinasnya di Dili,  (25/10).

 

"Pelatihan ini sangat penting selain meningkatkan kemampuan para jurnalis juga bisa untuk menjaga hubungan baik kedua negara, " kata Sahat.

 

Sahat menambahkan profesi jurnalis adalah profesi yang sangat berat karena produk jurnalistik bisa berpengaruh besar dalam berbagai kehidupan. Oleh karenanya jurnalis harus profesional dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.

 

" Jurnalis harus profesional,  karena kalo tidak bisa menimbulkan dampak yang buruk," tambah Sahat.  

 

Sementara itu Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana mengatakan pelatihan bersama IJTI dengan jurnalis Timor Leste yang didukung oleh UNESCO merupakan pelatihan perdana yang melibatkan dua negara. Pelatihan serupa akan terus dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan negara lain di kawasan asia.

 

“Pelatihan ini akan kita upayakan agar bisa dilaksanakan secara berkesinambungan, " kata Yadi.

 

Pelatihan bersama jurnalistik yang dilaksanakan selama tiga hari ini mengusung tema “In Enhancing the Journalist’s Competence in Diverse News Coverages Without Discrimination and Suppression” serta melibatkan 12 jurnalis dari ke dua negara Indoensia dan Timor Leste.

 

Pelatihan ini diisi oleh para jurnalis senior dari Indonesia seperti, Imam Wahyudi Anggota Dewan Pers, Ratna Komala Jurnalis RCTI/Anggota Dewan Pers, Endang Saptorini Wakil Pemred SCTV/Indoesiar dan Arif Kuswandono Jurnalis Senior Trans7.

 

Dalam pelatihan ini peserta akan dibimbing langsung oleh para mentor mengenai teknik pembuatan news dengan pendekatan semi dokumenter. Tidak hanya teknik pembuatan produksi saja namun juga peserta akan mendapatkan materi terkait regulasi dan etik jurnalistik. Diharapkan melalui pelatihan ini peserta mampu meningkatkan kompetensi jurnalisme televisinya secara menyeluruh