Info Aktual

Uploaded:


Musdalub IJTI Tapal Kuda Jatim Berlangsung Dinamis



Musdalub



Jember. Musyawarah Luar Biasa (Musdalub) Ikatan Jurnalias Televisi Indonesia (IJTI) wilayah Tapal Kuda Jatim meliputi Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, dan Lumajang digelar Sabtu 21 Februari 2015 di Hotel Panorama Jember.

Musdalub ini dihadiri 45 anggota IJTI se Tapal Kuda. Kegiatan Musdalub ini berjalan cukup dinamis, meski sempat memanas dalam pembahasan tata tertib pemiliahan, namun akhirnya Samsul Choiri Kontributor Tv One Jember terpilih menjadi Ketua IJTI Tapal Kuda.

Dalam proses pemilihan yang dilakukan secara voting diikuti dua kandidat yaitu Kumbang Ari Kontributor Metro Tv dan Samsul Choiri kontributor Tv One. Dari hasil voting Samsul Choiri memeproleh suara terbanyak yakni 30 suara sedangkan rivalnya Kumbang memperoleh 15 suara.

Ketua IJTI Tapal Kuda terpilih, Samsul Choiri mengatakan, kepengurusan baru diharapkan bisa menjalankan amanah organisasi dengan baik. Adapun program kerja yang akan diperioritaskan yakni Uji Kompetensi bagi seluruh anggota IJTI di wilayah Tapal Kuda. “Ini amanah kita semua untuk menjalankan roda organsisasi dengan baik”, ujar Samsul Choiri singkat.

Sementara itu usai melantik ketua terpilih Sekjen IJTI Pusat Jamalul Insan meminta agar pengurus IJTI Tapal Kuda yang baru terus menjaga integritas dan kode etik profesi. “Kode etik profesi adalah ruh bagi jurnalis televisi jadi tidak boleh diabaikan”, kata Jamal.

Pelatihan

Pelaksanaan Musdalub juga diisi dengan sejumlah rangkaian kegiatan salah satunya pelatihan “Public Relation dan Media Relation” yang diikuti hampir seluruh instansi pemerintahan di lingkungan Pemkab Jember dan Humas Pemkab di wilayah Tapal Kuda.

Pelatihan yang diikuti sekitar 50 peserta ini menghadirkan sejumlah narasumber seperti Kapolres Jember AKBP. M. Taufik Alif, Pakar Ilmu Komunikasi Universitas DR Soetomo Surabaya Redi Panuju, dan Anggota Dewan Pers Imam Wahyudi. 

Kegiatan pelatihan public relation tersebut disambut antusias perserta. Menurut sejumlah peserta pelatihan seperti ini baru kali pertama mereka ikuti. Mereka mengaku beruntung bisa mengikuti pelatihan ini sehingga bisa membedakan mana wartawan sungguhan dengan aknum wartawan atau yang biasa disebut wartawan bodrex. (Arif Hidayat)