Training Online

Uploaded:


Mengedukasi Warga, Melatih Pers



Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) hari ini mengadakan Gerakan Nasional Media Literasi Penyiaran bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Dewan Pers dan beberapa asosiasi profesi.

Ketua Umum IJTI, Yadi Hendriana mengungkapkan, Nota Kesepahaman Gerakan Nasional ini sangat tepat dilakukan terkait semakin maraknya kekerasan terhadap Pers. Yadi mencontohkan kasus Penyerbuan Kantor TVRI Gorontalo dan perusakan sejumlah kantor media di Palopo, Sulawesi Selatan adalah contoh aktual semakin brutalnya aksi terhadap pers. "Gerakan Nasional Media Literasi, jawaban dari pemerintah untuk  memberikan edukasi terhadap masyarakat bagaimana peran pers " katanya.

Bagi IJTI, Gerakan Nasional ini akan memberi ruang yang cukup untuk menempa peningkatan profesionalisme jurnalis, peningkatan kualitas jurnalis yang ber-integritas dan cerdas.

Sementara itu Menkominfo Tifatul Sembiring dengan tegas mengharapkan MoU Media Literasi ini menjadi tonggal bersejarah perbaikan media. "Media jangan hanya menjadi tukang pukul", demikian ungkapnya.

Di lain pihak, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) M. Riyanto meminta setelah ditandatanganinya MoU ini organisasi profesi semakin memiliki ruang untuk  berperan. "KPI mengajak semua organisasi dan pemangku siaran  untuk bersama-sama bersinergi meningkatkan kualitas siaran," ungkapnya.

@Nusa Dua, 1 April